Translate

Thursday, August 13, 2015

Books "PRINCESS OF THE MIDNIGHT BALL"

Books “PRINCESS OF THE MIDNIGHT BALL”
Judul Asli : PRINCESS OF THE MIDNIGHT BALL
[ book 1 of THE PRINCESSES OF WESTFALIN Trilogy ]
Copyright © 2009 by Jessica Day George
Penerbit Atria
Alih Bahasa : Ferry Halim
Editor : Ida Wajdi
Proofreader : Jia Effendie
Lay out : Aniza
Desain & ilustrasi sampul : www.lalabohang.wordpress.com 
Cetakan I : Februari 2010 ; 386 hlm ; ISBN 978-979-1411-92-9
Harga Normal : Rp. 55.000,-
Rate : 3 of 5

Kerajaan Westfalin akhirnya memenangkan peperangan berkepanjangan yang telah memakan sekian banyak korban rakyatnya, terutama kaum muda. Galen adalah salah satu dari segelintir pemuda yang selamat, meski ia kehilangan seluruh keluarganya, ayah, ibu serta adiknya, semuanya tewas dalam masa peperangan. Tanpa tujuan khusus, ia berangkat ke ibukota untuk menemui satu-satunya kerabat yang ia ingat dari kisah-kisah yang dulu dilontarkan oleh sang ibu. Melalui perjalanan panjang nan melelahkan, akhirnya ia berhasil menemui bibi Liesel – saudara ibunya, yang telah menikah dengan Reiner Orm – sosok cukup terkenal di kota Bruch. Keluarga Reiner Orm – bukan sekedar kerabat Galen, tetapi juga memiliki profesi sebagai kepercayaan Raja Westfalin untuk mengurus kebun dan taman istana yang juga sangat dikenal oleh penduduk Westfalin.


Ketika Galen ikut serta membantu pekerjaan sang paman, ia berkesempatan untuk melihat sisi lain dari Istana, dan tanpa disengaja bertemu dengan putri tertua dari 12 bersaudari putri Raja Wesflalin. Pertemuan tersebut ternyata memberikan kesan mendalam bagi kedua belah pihak. Tanpa menyadari bahwa ia telah memasuki lingkungan kehidupan yang sama sekali berbeda, Galen mendapati ada rahasia aneh yang menyelubungi ke-12 putri tersebut. Isu dan rumor tentang keseharian mereka, semakin rumit tatkala sebagian dari mereka mulai beranjak dewasa dan telah menginjak masa untuk diperkenalkan ke khalayak umum. Raja Westfalin bahkan membuat sayembara bagi para pangeran di segala penjuru negeri, untuk mengungkap misteri yang terjadi di istana, dan pemenang akan berhak memilih salah satu putri sebagai calon istri sekaligus menerima warisan harta Westfalin.

Satu persatu pangeran dari aneka kerajaan muncul dan berusaha memperoleh jawaban. Namun mereka semua pulang dengan kegagalan. Situasi semakin rumit ketika diketahui para peserta yang gagal ternyata tidak satu pun kembali dengan selamat. Jika mereka sempat pulang ke kerajaan masing-masing, secara mendadak mereka meninggal akibat penyakit aneh atau kecelakaan fatal. Keluarga kerajaan tetangga mulai memandang hal ini sebagai ancaman dan menyalahkan Kerajaan Westfalin sebagai penyebab kematian-kematian tersebut. Sebagai penguasa dan penakluk sekian banyak wilayah serta kerajaan lain, Raja Westfalin mulai merasakan kegelisahan serta khawatir akan masa depan keluarga serta bangsanya. Dan satu-satunya kunci untuk menyelamatkan mereka semua dari ancaman serta bencana perang baru, maka rahasia yang terjadi pada ke-12 putrinya harus dipecahkan dalam waktu singkat.

Kisah yang ditulis berdasarkan dongeng ‘Twelve Dancing Princess’ karya klasik Grimm Bersaudara ini seharusnya mampu memberikan kesan khusus serta daya tarik tersendiri. Entah mengapa, hal tersebut sama sekali tidak kuperoleh, selain perasaan ‘janggal’ yang menyelimuti sepanjang kisah ini. Ibarat membaca penggalan-penggalan adegan yang berusaha dirangkai menjadi kesatuan kisah, sayangnya justru jalinan yang terjadi terasa janggal dan kaku. Kekuatan emosi yang juga seharusnya tergambar pada kondisi ke-12 putri, keputus-asaan hingga kesedihan yang terjadi selama bertahun-tahun, tidak menimbulkan kesan yang cukup dalam. Masuknya sosok Galen yang seharusnya cukup kuat dan dominan, juga berkesan sekedar ‘tempelan’ belaka. Terlepas dari ide (yang memang bagus dari versi aslinya) dan latar belakang yang menarik, tampaknya penulis berusaha ‘menulis-ulang’ kisah yang seharusnya sangat kelam (sejenis dark-fantasy) menjadi lebih ‘ringan’ untuk kalangan anak-anak, dan hasilnya justru berkesan ‘setengah-matang’ ...mungkin lebih baik jika penulis membuat versi yang sama sekali berbeda, bisa jauh lebih berkesan dan perkembangan emosional yang terjalin juga bisa lebih terasa.

[ more about the author & related works, just check at here : Jessica Day George | on Goodreads | at Twitter ]

Best Regards,

@HobbyBuku

No comments:

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar (no spam please), harap sabar jika tidak langsung muncul karena kolom ini menggunakan moderasi admin.
Thanks for visiting, your comment really appreciated \(^0^)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...